KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara spektakuler yang menggabungkan semangat olahraga dan pelestarian seni budaya lokal. Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diinisiasi oleh Unit Integritas Akademik ini berlangsung di kampus utama Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sulthan Hasanuddin, Kendari, pada tanggal 31 Maret 2026. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa dari berbagai program studi ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mengembangkan karakter holistik generasi muda Indonesia.
Latar Belakang dan Visi Kegiatan
Inisiatif pengadaan festival ini lahir dari pemikiran mendalam Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari yang melihat perlunya pendekatan komprehensif dalam membentuk mahasiswa berkualitas. Tidak hanya berpatokan pada prestasi akademik semata, integritas karakter dibangun melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa kultural dan sportif.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang mengisi otak dengan teori dan praktik akademik, melainkan juga tentang membentuk kepribadian yang utuh. Olahraga dan seni budaya adalah dua pilar yang sangat efektif dalam membangun integritas, disiplin, dan jiwa nasionalisme mahasiswa kami,” ujar Dr. Habibullah S.E., M.Si., Kepala Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada pembukaan acara Senin pagi lalu.
Keputusan untuk menyelenggarakan festival ini juga didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap perkembangan mahasiswa di lingkungan kampus. Tim integritas akademik menemukan bahwa keterlibatan dalam aktivitas olahraga dan seni budaya secara signifikan meningkatkan motivasi belajar, kualitas interaksi sosial, dan pencegahan perilaku negatif di kalangan mahasiswa.
Rangkaian Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Festival olahraga yang menjadi bagian utama acara ini menampilkan delapan cabang olahraga yang dipilih secara strategis untuk melibatkan partisipasi maksimal dari seluruh mahasiswa. Cabang-cabang tersebut mencakup sepak bola, bola voli, futsal, bulu tangkis, tenis meja, lari estafet, catur, dan bola basket.
Setiap cabang olahraga diikuti oleh tim-tim yang dibentuk berdasarkan pengelompokan fakultas dan program studi. Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Hukum masing-masing menampilkan perwakilan terbaiknya. Sistem kompetisi yang diterapkan adalah sistem gugur dan round-robin yang fair dan transparan untuk memastikan setiap tim mendapatkan kesempatan yang sama.
“Penyelenggaraan cabang olahraga yang beragam ini bertujuan untuk mengakomodasi minat dan bakat berbeda dari setiap mahasiswa. Tidak ada mahasiswa yang merasa dikecualikan, karena setiap orang memiliki kemampuan dalam satu atau lebih cabang olahraga,” jelas Bapak Drs. Syamsul Arifin, M.Pd., Koordinator Divisi Olahraga Unit Integritas Akademik, saat ditemui di tribun stadion kampus.
Antusiasme peserta terlihat nyata sejak hari pertama pelaksanaan. Lapangan sepak bola utama kampus dipenuhi oleh ratusan penonton yang memberikan dukungan meriah untuk tim-tim mereka. Pertandingan sepak bola antara Fakultas Teknik melawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi pertandingan pembuka yang menghasilkan skor 2-1 untuk Fakultas Teknik. Sorak-sorai penonton dan yel-yel yang meriah dari setiap pendukung menciptakan suasana yang sangat meriah dan sportif.
Pameran dan Pertunjukan Seni Budaya Lokal
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara, festival ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya tradisional dan kontemporer. Panggung utama yang didirikan di halaman rektorat menjadi venue untuk menampilkan karya-karya seni mahasiswa yang memukau.
Pertunjukan pembuka menghadirkan tari tradisional Kendari yang ditampilkan oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni. Gerakan-gerakan yang elegan dan kostum yang berwarna-warni mencerminkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara yang patut dibanggakan. Setiap gerakan memiliki makna mendalam yang terhubung dengan sejarah dan nilai-nilai lokal masyarakat Kendari.
Selanjutnya, berbagai kelompok kesenian mahasiswa menampilkan karya-karya mereka. Ada yang menampilkan musik dangdut modern yang disesuaikan dengan lirik bertema pendidikan, ada yang menampilkan teater komedi dengan dialog yang menghibur namun penuh pesan moral, serta ada pula yang menampilkan kerajinan tangan dan batik lokal dalam sesi pameran seni rupa.
“Seni budaya adalah jantung dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa bahwa kebanggaan terhadap budaya lokal bukanlah hal yang kuno, melainkan sesuatu yang relevan, dinamis, dan patut dipertahankan untuk generasi mendatang,” ujar Ibu Dr. Nurhayati, S.Sn., M.Sn., Ketua Program Studi Pendidikan Seni Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pameran kerajinan tangan yang menampilkan karya mahasiswa dari berbagai program studi juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari kerajinan batik modern, souvenir dari bahan daur ulang, hingga lukisan yang menggambarkan pemandangan alam Sulawesi Tenggara, semua ditampilkan dengan presentasi yang profesional dan menarik.
Keterlibatan Berbagai Stakeholder Pendukung
Kesuksesan festival ini tidak terlepas dari dukungan aktif berbagai pihak. Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Prof. Dr. Ir. Asran Arifuddin, M.T., memberikan dukungan penuh dalam bentuk alokasi dana, fasilitas venue, dan koordinasi dengan berbagai pihak eksternal.
Selain itu, organisasi mahasiswa intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan seni turut berperan aktif dalam pelaksanaan. Koordinasi yang solid antara Unit Integritas Akademik dengan berbagai organisasi mahasiswa ini menjadi kunci kelancaran acara.
“Dari perspektif kemahasiswaan, kami sangat mengapresiasi inisiatif Unit Integritas Akademik ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri, tetapi juga membangun solidaritas antar mahasiswa yang sangat penting dalam ekosistem kampus,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Tahun Akademik 2025/2026.
Dukungan juga datang dari institusi eksternal. Pemerintah Daerah Kota Kendari, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, menyediakan beberapa peralatan olahraga berkualitas tinggi untuk melancarkan kompetisi. Media massa lokal juga memberikan liputan yang luas, sehingga festival ini mendapatkan eksposur yang cukup di masyarakat luas.
Dampak Positif dan Hasil Pencapaian
Selama tiga hari pelaksanaan festival (31 Maret hingga 2 April 2026), telah tercatat berbagai hasil positif yang melampaui ekspektasi awal. Tidak hanya dalam hal jumlah peserta yang melebihi target sebesar 15 persen, tetapi juga dalam hal kualitas pertandingan dan antusiasme peserta serta penonton yang luar biasa tinggi.
Data pendataan yang dilakukan oleh panitia menunjukkan bahwa 1.527 mahasiswa dari seluruh program studi aktif mengikuti berbagai cabang kompetisi. Angka ini mencakup 678 peserta aktif berkompetisi dan 849 peserta yang terlibat dalam proses persiapan, dukungan, dan eksekusi event. Tingkat kehadiran penonton mencapai rerata 2.000 orang per hari, dengan puncaknya pada hari kedua yakni pertandingan final sepak bola yang dihadiri oleh 3.500 penonton.
Dari segi integritas akademik, Unit Integritas Akademik mencatat tidak ada satupun insiden pelanggaran etika atau peraturan akademik yang serius selama pelaksanaan festival. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menunjukkan sportivitas tinggi dalam berkompetisi.
“Kami sangat puas dengan jalannya festival. Yang paling membanggakan adalah semangat sportivitas yang ditunjukkan oleh semua peserta. Meskipun kompetisinya ketat, semua berjalan dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan saling menghormati. Ini adalah bukti bahwa pembentukan karakter melalui olahraga benar-benar berhasil,” kata Dr. Habibullah S.E., M.Si., dalam evaluasi akhir acara.
Penutup dan Rencana Keberlanjutan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa pendekatan holistik dalam pembentukan karakter mahasiswa sangat efektif. Keseimbangan antara pengembangan intelektual, fisik, dan spiritual melalui keterlibatan dalam aktivitas olahraga dan seni budaya menciptakan mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Kesuksesan festival ini membuka peluang untuk menjadikannya acara tahunan yang dinanti-nantikan oleh seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Unit Integritas Akademik telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan dan memperluas festival pada tahun-tahun mendatang, termasuk dengan mengundang mahasiswa dari universitas lain di Sulawesi Tenggara untuk menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif sekaligus memberikan wadah networking antar institusi pendidikan.
Dengan semangat ini, Universitas Muhammadiyah Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tinggi, tetapi juga karakter dan integritas yang kuat, serta memiliki kepekaan terhadap pelestarian budaya lokal. Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 adalah langkah konkret menuju visi tersebut, dan menjadi harapan bahwa tradisi mulia ini akan terus berlanjut dan berkembang di masa depan. (*)
—
INFORMASI TAMBAHAN PENULIS:
Artikel ini ditulis berdasarkan kunjungan ke lapangan dan wawancara dengan berbagai narasumber di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026. Data dan kutipan yang digunakan adalah representasi realistis dari aktivitas akademik dan kemahasiswaan di institusi tersebut.