Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Integritas Akademik menyelenggarakan Seminar Nasional Integritas Pendidikan pada Senin, 7 April 2026, di Aula Utama Kampus Baruga. Acara yang menghadirkan para ahli di bidang integritas akademik, pendidikan karakter, dan penjaminan mutu ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai universitas di Indonesia.
Seminar bertajuk “Membangun Budaya Integritas: Strategi Pencegahan Fraud Akademik dan Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Digital” ini merupakan inisiatif strategis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam merespons meningkatnya kasus pelanggaran akademik di perguruan tinggi Indonesia. Penyelenggaraan acara ini juga selaras dengan komitmen lembaga dalam memperkuat ekosistem akademik yang sehat, transparan, dan berintegritas.
Latar Belakang dan Urgensi Penyelenggaraan
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kasus pelanggaran integritas akademik di perguruan tinggi Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Mulai dari plagiarisme karya ilmiah, pemalsuan data penelitian, hingga jual-beli nilai menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh institusi pendidikan di seluruh nusantara. Fenomena ini tidak hanya mengancam kredibilitas institusi, tetapi juga berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh kampus.
Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berdiri sejak tahun 2023, memandang urgensi untuk menggelar forum ilmiah yang membahas secara komprehensif tantangan integritas akademik ini. Melalui seminar nasional, diharapkan tercipta sinergi antara berbagai stakeholder pendidikan dalam merancang strategi pencegahan dan penguatan integritas di tingkat institusional.
“Kami melihat bahwa integritas akademik bukan sekadar masalah hukum atau disiplin, tetapi merupakan fondasi dari pendidikan yang bermakna,” kata Dr. Ir. Hasanuddin Rahman, M.T., Ketua Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara pembukaan seminar.
Narasumber Berkaliber Nasional
Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara utama yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya. Salah satunya adalah Prof. Dr. Bambang Hermanto, M.Sc., dari Universitas Indonesia, yang merupakan pakar dalam pendeteksian plagiarisme dan fraud penelitian. Prof. Bambang telah memimpin beberapa studi tentang integritas akademik di universitas-universitas terkemuka Asia Tenggara.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan Dr. Siti Nurhaliza, S.H., M.H., seorang ahli hukum pendidikan dari Universitas Gadjah Mada, yang membahas aspek hukum dan regulasi terkait pelanggaran akademik. Hadir pula Drs. Muhammad Ilyas, M.Pd., Ph.D., dari Universitas Hasanuddin yang berfokus pada pembangunan karakter dan etika mahasiswa melalui pendekatan pendidikan berbasis nilai.
Rangkaian pembicaraan mereka membentuk narasi komprehensif yang mencakup aspek teknis deteksi fraud, dimensi hukum penegakan integritas, hingga strategi pedagogis untuk membentuk mahasiswa yang berintegritas sejak awal.
Sesi-Sesi Pembahasan Mendalam
Seminar dibagi menjadi empat sesi utama yang berlangsung sepanjang hari. Sesi pertama, yang dimulai pukul 08.00 pagi, menghadirkan Prof. Bambang Hermanto dengan topik “Teknologi AI dan Machine Learning dalam Deteksi Plagiarisme dan Fraud Penelitian”. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan berbagai tools dan sistem yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggaran akademik dengan tingkat akurasi tinggi.
“Teknologi adalah sekutu penting, tetapi bukan satu-satunya solusi. Pemahaman konseptual tentang apa yang dianggap plagiarisme dan fraud, serta sosialisasi kepada mahasiswa sejak awal, jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan deteksi teknologi,” ujar Prof. Bambang dalam presentasinya.
Sesi kedua, yang diselenggarakan pada pukul 10.00, menghadirkan Dr. Siti Nurhaliza dengan tema “Regulasi Integritas Akademik: Analisis Kebijakan dan Penegakan Sanksi di Universitas Indonesia”. Sesi ini membahas secara spesifik bagaimana berbagai universitas di Indonesia menerapkan regulasi integritas akademik, serta best practices dalam penegakan aturan yang adil namun tegas.
Pada sesi ketiga, Dr. Muhammad Ilyas mempresentasikan “Membangun Budaya Integritas: Pendekatan Holistik Melalui Kurikulum dan Kegiatan Mahasiswa”. Beliau menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai integritas sejak tahun pertama mahasiswa masuk kampus, tidak hanya melalui beban akademik, tetapi juga melalui kehidupan di lingkungan kampus yang lebih luas.
Sesi penutup, yang dilaksanakan pada sore hari, berupa forum diskusi interaktif yang menghadirkan seluruh pembicara utama bersama peserta. Dalam sesi ini, peserta dari berbagai universitas sempat mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman tentang tantangan integritas akademik yang mereka hadapi di institusi masing-masing.
Webinar Paralel dan Workshop Interaktif
Selain seminar utama, Universitas Muhammadiyah Kendari juga menyelenggarakan tiga webinar paralel yang dapat diakses oleh peserta dari luar Kendari secara daring. Webinar pertama berfokus pada “Etika Penulisan Karya Ilmiah untuk Mahasiswa S1 dan S2”, dipandu oleh Dr. Retno Setyowati, M.Si., dari Universitas Airlangga. Webinar kedua membahas “Praktik Integritas Penelitian dalam Era Open Science”, dengan pembimbing Prof. Agus Sugiyanto, Ph.D., dari Institut Pertanian Bogor.
Webinar ketiga, yang bertajuk “Menggunakan Tools Turnitin dan Plagiarism Checker untuk Menjamin Keaslian Karya Akademik”, diselenggarakan sebagai panduan praktis bagi dosen dan mahasiswa dalam menggunakan berbagai software deteksi plagiarisme yang tersedia.
Selain webinar, penyelenggaraan seminar ini juga mencakup workshop interaktif yang dibagi dalam beberapa kelompok. Workshop pertama, “Menjadi Dosen Integritas: Strategi Mengajar yang Membentuk Karakter Siswa”, difasilitasi oleh tim Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Workshop kedua, “Mahasiswa Integritas: Memahami Hak, Kewajiban, dan Konsekuensi Pelanggaran”, dirancang khusus untuk perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas peserta.
Perspektif Pimpinan Universitas
Dr. Ir. Dwi Cahyono, M.Eng., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memuji inisiatif Unit Integritas Akademik dalam menyelenggarakan seminar nasional ini. “Penyelenggaraan seminar ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi integritas dan karakter. Kami percaya bahwa lulusan yang berintegritas akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” kata Rektor Cahyono dalam sambutan pembukaan.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa Unit Integritas Akademik akan terus memperkuat perannya dalam memastikan setiap aspek kehidupan akademik di Universitas Muhammadiyah Kendari berjalan sesuai dengan standar integritas tertinggi. “Kami tidak hanya ingin mencegah pelanggaran, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang secara proaktif mendorong integritas sebagai bagian dari budaya kampus,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Andi Hasanuddin Ridho, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik, menekankan bahwa penjaminan integritas akademik merupakan bagian integral dari peningkatan mutu perguruan tinggi. “Dalam standar akreditasi nasional maupun internasional, integritas akademik adalah salah satu dimensi penting yang dinilai. Oleh karena itu, komitmen kami dalam hal ini bukan hanya untuk kepentingan internal universitas, tetapi juga untuk memenuhi ekspektasi stakeholder eksternal,” jelas Prof. Andi.
Partisipasi dari Berbagai Institusi
Seminar nasional ini berhasil menarik partisipasi dari lebih dari 30 universitas di Indonesia, baik dari Sulawesi Tenggara maupun dari wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Peserta tidak hanya berasal dari institusi pendidikan, tetapi juga dari lembaga penjaminan mutu, badan akreditasi, dan organisasi mahasiswa yang peduli dengan isu integritas akademik.
“Respon peserta sangat luar biasa. Kami menerima lebih dari 600 pendaftaran, jauh melampaui kapasitas aula yang kami miliki. Ini menunjukkan bahwa isu integritas akademik memang menjadi perhatian serius bagi seluruh ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia,” kata Ir. Muhammad Ruslan, M.Sc., Koordinator Acara dan staf Unit Integritas Akademik.
Peserta dari berbagai institusi ini tidak hanya mendengarkan presentasi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Beberapa peserta bahkan meminta untuk menjalin kerjasama dengan Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan protokol integritas akademik di institusi mereka masing-masing.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan budaya integritas akademik di seluruh universitas Indonesia. Peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan best practices yang dapat diimplementasikan di institusi mereka masing-masing.
Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari juga menjanjikan akan menerbitkan prosiding seminar dalam bentuk jurnal akademik yang akan disebarluaskan kepada seluruh peserta dan institusi pendidikan di Indonesia. Prosiding ini akan menjadi referensi penting bagi pengembangan kebijakan integritas akademik di berbagai universitas.
“Kami juga berencana untuk mengadakan forum berkelanjutan, baik dalam bentuk webinar bulanan maupun seminar tahunan, yang akan membahas perkembangan terbaru dalam isu integritas akademik,” tambah Dr. Hasanuddin Rahman.
Penutup
Seminar Nasional Integritas Pendidikan yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 ini menjadi momen penting dalam perjalanan institusi untuk memperkuat komitmen terhadap integritas akademik. Melalui acara yang menghadirkan praktisi, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi, telah terjalin dialog konstruktif tentang strategi pencegahan fraud akademik dan pembangunan karakter mahasiswa yang berintegritas.
Semangat kolaboratif dan sinergi yang tercipta dalam seminar ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk perubahan positif di ekosistem pendidikan tinggi Indonesia, di mana integritas bukan hanya nilai yang diajarkan, tetapi juga nilai yang hidup dan tertanam dalam setiap aspek kehidupan akademik.
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Editor: Tim Jurnalistik Universitas Muhammadiyah Kendari