KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa program studi Teknik Informatika, Muhammad Rizki Prasetya (20), dan timnya saat memenangkan Medali Emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 April 2026 lalu. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan menunjukkan bahwa mahasiswa dari kampus di Sulawesi Tenggara mampu bersaing di tingkat nasional.
Kompetisi bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 150 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia ini menguji kreativitas dan inovasi peserta dalam menghadirkan solusi teknologi untuk permasalahan sosial. Tim yang diberi nama “TechSolve Innovation Lab” berhasil mengalahkan pesaing-pesaing tangguh dengan proyek aplikasi mobile bernama “AquaGuard,” sebuah sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat nelayan tradisional di daerah pesisir.
Proyek inovatif yang dikerjakan selama enam bulan ini menggabungkan sensor teknologi canggih dengan antarmuka aplikasi yang user-friendly. AquaGuard mampu mendeteksi perubahan pH air, tingkat salinitas, suhu, dan kadar oksigen terlarut secara real-time, kemudian mengirimkan notifikasi otomatis kepada pengguna melalui aplikasi mobile. Inovasi ini sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim, terutama untuk komunitas nelayan yang sering mengalami kerugian akibat perubahan kualitas air yang tidak terdeteksi.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian tim Muhammad Rizki Prasetya dan rekan-rekannya,” ungkap Dr. H. Munawir, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pertemuan dengan media pada Senin (17/4/2026) di Ruang Rektorat Kampus. “Medali Emas di tingkat nasional bukan hanya sekadar prestasi akademik, tetapi juga bukti nyata bahwa mahasiswa kami memiliki daya saing yang kuat dan kemampuan inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam mengembangkan generasi yang berkomitmen untuk kemajuan bangsa.”
Rektor Munawir juga menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen pembimbing dan seluruh ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik semata, melainkan juga mengembangkan kreativitas dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata di masyarakat,” tambahnya.
Dari pihak Unit Integritas Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Siti Nurhaliza, S.T., M.T., Kepala Unit, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini sekaligus melihatnya sebagai refleksi dari standar akademik yang terus ditingkatkan. “Unit Integritas Akademik kami memastikan bahwa setiap program studi dan mahasiswa mendapat pembinaan yang optimal. Prestasi Muhammad Rizki Prasetya dan timnya menunjukkan bahwa sistem quality assurance yang kami implementasikan telah efektif dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya dalam wawancara khusus pada Selasa (17/4/2026).
Lebih lanjut, Dr. Siti menjelaskan bahwa Unit Integritas Akademik terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung pembelajaran inovatif. “Kami telah menyusun standar kurikulum yang mengintegrasikan project-based learning, memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi nasional dan internasional, serta memastikan bahwa setiap dosen memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri. Investasi pada infrastruktur laboratorium dan pusat inovasi juga kami tingkatkan,” paparnya lebih detail.
Muhammad Rizki Prasetya, pemenang utama yang merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari, tidak menyangka proyek yang awalnya dimulai dari observasi sederhana bersama nelayan di Pantai Liwutung, Kendari, bisa berkembang menjadi inovasi yang diakui secara nasional. “Saat saya berbincang dengan nelayan lokal, saya mendengarkan cerita mereka tentang kehilangan hasil tangkapan karena tidak menyadari perubahan kualitas air yang terjadi tiba-tiba. Dari situ saya terinspirasi untuk menciptakan solusi yang dapat membantu mereka,” kenang Rizki dengan antusiasme.
Tim yang terdiri dari empat anggota ini juga melibatkan Widya Sari (Teknik Informatika semester 5), Aji Pratama (Teknik Elektro semester 6), dan Navita Restanti (Sistem Informasi semester 5). Setiap anggota membawa keahlian yang berbeda namun saling melengkapi. Widya bertanggung jawab pada desain antarmuka pengguna, Aji menangani aspek hardware dan sensor IoT, sementara Navita fokus pada backend system dan database management.
“Proses pengembangan AquaGuard sangat challenging. Kami harus mempelajari teknologi IoT dari nol, melakukan riset pasar yang mendalam, dan melakukan uji coba berkali-kali dengan prototipe. Namun dukungan dari dosen pembimbing kami, Bapak Ir. Hamzah Ridho, M.Tech., sangat luar biasa. Beliau tidak hanya memberikan panduan teknis, tetapi juga melatih kami dalam hal presentasi dan business thinking,” ujar Widya, yang juga berfungsi sebagai ketua teknis proyek.
Ir. Hamzah Ridho, Dosen Pembimbing dan Koordinator Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya dengan cara yang penuh apresiasi. “Mahasiswa-mahasiswa ini menunjukkan karakteristik yang sangat penting untuk seorang engineer modern: curiosity yang tinggi, kemampuan problem-solving yang baik, dan yang terpenting adalah empati terhadap kebutuhan masyarakat. Mereka tidak hanya membuat teknologi untuk teknologi, tetapi benar-benar berpikir tentang dampak sosial,” paparnya saat dikonfirmasi via email pada Rabu (17/4/2026) pukul 14.30 WITA.
Pencapaian tim “TechSolve Innovation Lab” ini juga mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam pengumuman resmi KITN 2026, panitia mencatat bahwa AquaGuard merupakan salah satu inovasi yang paling feasible untuk diimplementasikan secara luas di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Saat ini, tim telah menerima tawaran untuk melakukan pilot project di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan dengan dukungan pendanaan dari beberapa venture capital lokal.
Bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, prestasi ini bukan merupakan puncak pencapaian, melainkan momentum untuk terus meningkatkan standar kualitas pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas ini telah mencatatkan serangkaian prestasi signifikan. Tahun 2025, dua mahasiswa dari program studi Teknik Sipil berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi design bridge nasional, dan seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan berhasil lolos menjadi peserta pertukaran pelajar di Universitas Kyoto, Jepang.
“Trend positif ini menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang tepat. Namun kami tetap rendah hati dan terus berinovasi dalam hal pedagogi, fasilitas, dan dukungan terhadap mahasiswa,” kata Dr. Munawir dalam penutup wawancara kami.
Dampak prestasi Muhammad Rizki Prasetya dan timnya juga terasa di tingkat lokal. Banyak calon mahasiswa dan orang tua yang semakin tertarik untuk mendaftar di Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya di program-program teknik. Selain itu, prestasi ini juga meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap kredibilitas institusi, membuka peluang kerjasama dengan industri teknologi, dan menginspirasi mahasiswa lain untuk mengembangkan inovasi mereka sendiri.
Dengan meraih Medali Emas di KITN 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa prestasi tingkat nasional bukan lagi mimpi yang mustahil. Melalui dedikasi, dukungan institusi yang solid, dan pembimbing yang berpengalaman, mahasiswa dari kampus di ujung timur Sulawesi ini mampu bersaing setara dengan universitas-universitas besar di pusat. Semoga pencapaian gemilang ini menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari selanjutnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
(Laporan dari: Kendari)
—
Penulis: Divisi Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Diterbitkan: 17 April 2026